Genre : Horror (18+)
Pengarang : Ratna
Mengandur unsur kekerasan, di harapkan untuk yang belum cukup umur, jangan membaca ya, salam horror hihi 😈😈
Kring kringg kringggg
" Halo? "
" Kak, nanti mama sama dedek mau sekalian jemput papa mungkin pulang nya agak malam, gapapa kan? "
" Terserah mama aja, nanti temenku juga mau kesini kok "
" oh bagus deh, jadi ada yang nemenin kamu soalnya bibi lagi pulang kampung. Sarapan nya udah mama siapkan "
" oke ma, hati-hati "
" iya sayang, daa"
Aku berjalan ke dapur untuk sarapan, sambil mencoba untuk menghubungi Gia temanku.
" he Gia, kamu jadi kesini kan? Aku sendirian nih "
" iya ta, tapi aku masih nganter mama aku, mungkin agak siang aku kesana "
" kemana? "
" ke swalayan, kamu mau nitip apa? "
" terserah deh, eh kamu nanti nginap aja ya sekalian "
" oke oke, yaudah aku fokus nyetir dulu ya, lagi rame banget soalnya "
" oke see u "
3 jam kemudian
" eh Gia, kamu kenapa? Sakit? "
" enggak kok Tin, cuma tadi pas mau masuk mobil kepalaku kebentur, sial banget "
" yaelahh tetep aja ceroboh "
" ihhh nyebelin "
Gia adalah temen deket ku dari Smp, walaupun SMA dan Kuliah tidak satu tempat, tapi kami berdua tetap menjaga hubungan kami. Gia sekarang bekerja sebagai fotografer.
" ke kamar yuk, aku tadi juga sempet beli cemilan kesukaan kita "
" ceileh tumben, panas ya? "
" tuh kan ngledek melulu, aku pulang nih "
" ngambek, yuk ke atas, aku kunci dulu pintunya "
Di kamar
Kami berdua ngobrol sambil makan cemilan, Gia search artikel-artikel gak jelas, dia paling suka sama yang namanya hal hal MISTIS.
" eh Tin, liat deh ada artikel yang katanya bisa manggil hantu "
" ngapain sih kamu suka liat hal-hal yang begituan "
" baca dulu "
" gak ah "
" yaudah aku bacain, disini di tulis kalau kita mau bisa liat hantu bahkan bermain dengan hantu, kita harus menyiapkan potongan rambut dan kuku, jarum dan benang, boneka, pisau, garam, air "
" teruss? "
" caranya kita sobek bagian dada boneka, terus kita masukan potongab kuku dan rambut lalu kita jahit. Habis itu kita tutup semua pintu dan jendela, mematikam semua lampu, lalu kita taruh boneka ke sebuah ruangan "
" hhmm "
" jangan lupa boneka itu kita kasih nama, dan kita harus sembunyi sambil membawa air yang di campur garam dan pisau "
" ya namanya Gia aja ya "
" tuh kan dengerin dulu "
" iya iya apa "
" kalau boneka itu sampai menemukan kita, kita harus segera menyemburkan air yg di campur garam, lalu kita tusuk bagian dadanya. Apabila tidak boneka itu akan membunuh kita. Eh seru nih nyoba yuk? "
" gak ah, kuker banget sih, lagian aku gak percaya hal-hal yang begituan "
" sekaliii aja ya ya lagian juga masih siang kan "
" enggak "
" plisss Tina ku yang cantikkk sekali "
" dasarr, nanti kalau ada apa-apa kamu ya yang tanggung jawab "
" iya iyaaaa, yaudah aku siapin dulu ya "
Setelah semua persiapan selesai
" kamu udah tutup semua pintu dan jendela? Lampu udah di matikan? Jangan sampai kita menyalakan sesuatu "
" udah Gia "
" yaudah kita taruh bonekanya di gudang kamu aja ya "
" iya, yaudah kamu taruh sana aku bawain air garam sama pisaunya "
" kita kasih nama siapa? "
" Gia "
" tuh kan "
" kalau gak mau yaudah "
" iya iya "
Di Gudang
" Gia Gia Main yuk? " kata Gia
" kok diem? " tanyaku
" hust diem aja kamu itu "
" Gia Gia main yuk? Kita main petak umpet ya? "
" Gia Gia dalam hitungan ke 100 kamu harus cari kami berdua ya "
Aku dan Gia pun berlari bersembunyi di kamar tamu.
" serius berhasil? "
" liat aja ntar "
4 jam kemudian
" kok lama ya? " tanyaku
" udah sabar aja " jawab Gia
Terderah suara cakaran kuku dari luar. Sontak membuat aku dan Gia ketakutan.
" Gia Tina, kalian dimana? "
Aku dan Gia terkejut mendengar suara yang memanggil kami. Aku dan Gia hanya bisa diam dalam ketakutan.
Boneka itu membuka pintu dan memanggil nama kami, tetapi setelah itu dia menutup kembali dan pergi sambil memanggil nama kami
" eh Gia giaman nih? Aku takut "
" kamu kira aku enggak apa "
" kamu sih, kenapa juga aku tadi mau main permainan nyeremin kayak gini "
" udah terlanjur, sekarang kita pikirin gimana caranya membunuh itu boneka"
2 jam kemudian
" eh Tina gimana kalau kita yang nyari tuh Boneka? "
" Gila kamu "
" hustt jangan keras-kerass, lagian apa kamu gak capek? Dari tadi sembunyi terus disini? "
" capek sih "
" yaudah makannya kita aja yang cari bonekanya, kalau kamu takut aku tingfalin, kamu aja yang bawa air garam sama pisaunya "
" serius? "
" udah ayuk "
Aku dan Gia mengendap-ngendap mencari boneka itu.
Pas kita sampai di kamarku, aku dan Gia melihat boneka itu berada di atas kasur.
Aku dan Gia langsung berlari menangkal boneka itu, aku langsung meyemburkan air garam itu dan menusuknya. Boneka itu langsung terjatuh kelantai.
Aku dan Gia langsung lega, kami berdua pun langsung berjalan keluar.
" Gia laper, makan yuk "
" Gia? "
" eh kalau di ajak ngobrol itu... "
Belum sempat aku meneruskan kata-kataku aku melihat Gia ditusuk-tusuk dengan Pisau oleh boneka itu.
" Gia kena, sekarang tinggal TINA "
Dia melihatku sambil tersenyum. Tina kamu selanjutnya.
Aku langsung berlari, tetapi boneka itu mengejarku, aku melemparkan buku, telepon, mainan, laptop dan apapun yang ada disekitarku.
Aku terus berlari dan bersembunyi di kamar adek ku.
"bagaimana ini bisa terjadi? "
" Giaa maafkan aku "
Aku langsung mengambil hp di sakuku, mencoba menghubungi orang tuaku.
Saat aku melihat layar hp ternyata sudah banyak sekali pesan dan telefon yang tidak terjawab
" kok banyak? Apa hpku rusak lagi ya kok gak ada suaranya "
Aku mengecek history panggilan, dan ternyata papa mama, Gia, dan mama nya Gia yang menelfonku.
" Gia? Kenala dia menelfonku? Eh tunggu jam 11? Bukannya dia kesini tadi jam setengah 11? Ngapain juga dia nelfon kan dia dari tadi sama aku terus? "
Aku merasakan sesuatu yang ganjal, aku melihat semua pesan yang masuk
" Gia : Tina kayaknya aku kesana agak sorean aja, soalnya saudaraku datang (09.30)
Gia : Tin, kamu tidur? Aku otw nih (14.00)
Gia : Tin, bukain dong pintunga aku di depan nih!! (14.25)
Gia : lama banget sih Tin, aku cabut bentar ya, mau beli cemilan dulu (15.00) "
Terus tadi itu siapa? Aku langsung membaca pesan dari ortu dan mama nya Gia
" Mama Gia : Tin, Gia udah nyampe? (14.50)
Mama Gia : Tin, Gia kecelakaan di persimpangan depan perumahan kamu, dia sekarang ada di rumah sakit, bisa kesini sekarang? Tante ada perlu sebentar sama klien (15.30)
Mama Gia : Tin kamu kemana aja? Gia meninggal karena gagal jantung (16.00) "
Deggggg langsung keringat dingin
" papa : sayang, papa mama sama dedek lagi mampir ke swalayan kamu mau di beliin apa? (15.00)
Papa : sayang? Papa habis ini pulang, kamu udah makan belum? (15.50)
" Mama : sayang? Kamu udah ke rumah sakit? Barusan mama nya Gia nelfon katanya Gia meninggal (16.15)
Mama : sayang? Kamu gapapa kan? Di telfon gak diangkat di sma juga gak di balas? (17.00)
Mama : sayang, habis ini mama sampe rumah (21.00) "
Haa? Gia? Terus tadi, tapi kok bisa?
Keringatku semakin bercucuran,. Deggg terdengar suara dari depan kamar dan suara ketukan.
Knock knockkk
" Tina Tina, main yuk "
Knock knock
" Tina Tina bukain, main yuk "
Itu kan suara Gia? Bukannya dia udah meninggal?
Ngeeeekkkkkkk terdengar suara pintu yang terbuka
" Tina, aku tau kamu disini, main yuk "
" Tina kenapa kamu menunduk "
Degggg aku tidak berani mengangkat kepalaku, aku hanya menunduk dan berharap kalau orang tuaku akan segera pulang.
" agggggghhhhhhhhhhh"
Gia menjambak rambutku dan akan menusuk dadaku.
Tidakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk
" Tina kamu kenapa? "
" Pa, panggilkan dokter "
" iya mah "
" Tina sayang kamu kenapa? "
" Mama? "
Aku langsung memeluk mama, dan menangis bersyukur ini semua hanya mimpi.
Dokter datang dan memeriksaku, dokter bilang aku hanya kelelahan karena mungkin aku terlalu banyak pekerjaan akhir-akhir ini, di bulan menjelang puasa pasti banyak orang yang menikah.
" Tina sayang sekarang kamu tidur lagi ya "
" Ma, Gia mana? "
" Gia? "
" Iya Gia ma, yang tadi di rumah sama Tina. Itu loh mah Gia yang temen Tina dari SMP dia kan sering ke rumah masak Mama Lupa? "
" sayang, kamu itu gak punya teman namanya Gia, tadi juga pas mama sama papa pulang kamu sudah tergeletak memeluk boneka di rumang tamu dan gak ada siapa-siapa lagi "
" Boneka? "
" iya, itu bonekanya mama bawa kesini! "
Degggggg
Aku perlahan menoleh ke arah boneka itu, dan ternyata itu adalah boneka yang ingin menusukku. Dan Gia, bagaimana bisa? Aku punya teman namanya Gia, tapi...
" udah sayang kamu pasti kecapean sampek kamu ngigau punya teman namanya Gia "
" ma, aku serius aku itu punya teman namanya Gia "
" sayang, kamu itu gak punya teman dekat sama sekali!!! "
Gak punya teman? Lalu selama ini yang menemani aku siapa? Mama pasti bercanda, padahal Gia itu temanku dari Smp.
Saat aku melihat ke arah pintu, aku melihat Gia melambaikan tangannya ke arahku sambil memperlihatkan buah yang di bawanya.
" ma, itu Gia "
Mama dan papaku terkejut dan langsung menoleh kebelakang.
" sayang gak ada siapa-siapa, kamu pasti kecapekan, tidur aja ya "
" tapi paaa, "
" nurut sama papa ya nak "
" iya pa "
Aku pun mencoba untuk tidur, dan aku terlelap dalam tidur malamku.
" Tina, Tina "
Aku terbangun mendengar seseorang yang memanggilku.
" Tina!!!"
Aku terkejut, aku terbangun di tempat yang gelap, ada cahaya di depan, tanpa pikir panjang aku langsung menghampiri cahaya itu.
Saat aku melewati cahaya itu, aku melihat sebuah kejadian, kejadian dimana....
Aku melihat papa dan mamaku, aku memanggilnya tetapi mereka tidak menoleh, dan aku hanya diam melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Saat aku mengedipkan mata, dan aku membukanua tiba-tiba aku sudah berada di sebuah sekolah, lebih tepatnya aku berada di sekolah smp ku dulu.
Aku menyusuri semua ruangan, hingga sampai pada ruang kepala sekolah aku melihat kedua orang tuaku dan Gia.
" Pak, Gia ini merepotkan, bagaimana bapak bisa membiarkan akan tengik ini bergaul dengan anak saya!!" teriak papaku
" Tenang pak, tenang dulu, lagi pula kenapa saya harus melarang mereka berteman? Toh juga selama itu baik kan tidak apa-apa "
" tidak apa-apa kata bapak? Gia ini setiap hari memakan semua bekal yang saya berikan pada Tina, dan gara-gara Gia juga sekarang Tina sedang opname di rumah sakit " bentak mamaku
" Ibu tenang, itu semua hanya kecelakaan, lagi pula untuk hal apa Gia mendorong Tina? "
" Sudah pasti ingin menyingkirkan anak saya, kan anak saya selalu juara di kelas, pasti Gia iri dengan anak saya, dia berpura-pura mendekati dan ingin berteman, ternyata dia ingin membunuh anak saya "
" Ibu dan Bapak itu semua tidak benar"
" Agghhh sekolah macam apa ini, saya akan melaporkan anak tengik ini dan sekolah ini karena melakukan percobaan pembunuhan terhadap anak saya"
" Tapi pak "
Mama dan Papaku pergi sambil menarik tangan Gia.
Mereka memasukkan Gia ke dalam mobil. Dan aku langsung berlari ikut masuk juga.
" Tante, maafin Gia, Gia gak sengaja, Gia gak pernah iri sama Tina, Tina itu sahabat Gia "
" Diam kamu dasar anak tengik "
Mamaku menampar Gia sampai pipinya merah.
Papaku berhenti di depan sebuah rumah Tua, dan menarik Gia kedalam.
" kamu gak akan mengampuni kamu "
" Om Tante, jangan sakiti Gia "
Mamaku menjambak Gia, dan Papaku menodongkan pisau ke dada Gia.
" Om Jangannn "
Jlebbbb jlebbbbb jlebbbbb
Suara tusukan berulang kali, tercium bau amis darah. Mama langsung menendang Gia.
Saat mereka ingin pergi, Gia mengatakan sesuatu.
" Jangan bermain-main dengan saya "
Papaku kembali dan menendang wajah Gia
" Diam kamu anak Iblis "
Aku menangis histeris menyaksikan kejadian ini.
Saat aku membuka mata aku sekarang berada di depan rumah. Aku melihat, papa mama, aku dan adek ku tepat di depan pintu. Tapi rasanya tempat ini tidak asing
" nah sayang, sekarang kita akan tinggal di tempat ini "
" yeee, rumahnya bagus makasih ma, pa Tina sama dedek sayang kalian"
" hhhmm, papa sama mama juga sayang sama kalian. Masuk yuk"
Saat aku masuk ke dalam, keadaan berubah, aku kembali ketempat dimana Gia di bunuh. Dan kamarku ternyata di bawah tempat mayat Gia.
Tiba-tiba keadaan hening, aku berlari kesana kemari, dan saat aku membuka pintu kamarku, aku terkejut Gia di depanku dan menusuk mataku.
Aaggggggggggghhhhhhhhhh!!!!!
Aku terbangun, dan aku sekarang berada di rumah, aku langsung berlari mencari orang tuaku dan ternyata tidak ada.
Dan aku turun ke gudang dimana tempatnya mayat Gia berada, tiba-tiba lampu padam.
" Tina Tina Main Yuk "
Aku menangis mendengar suara itu.
" Sudah Hentikannnn"
" Tina Main Yukk "
Aku melihat kedua orang tuaku, betapa bahagia aku ternyata mereka datang menyelamatkan ku, aku berlali ke arah mereka, saat aku akan memeluk mereka aku mendengar suara
" Binggo, Tina kamu kena"
Ternyata Gia berada diantata kedua orang tuaku, dan dia langsung menusukku.
Aku tak berdaya, tetapi masih bisa melihat walau hanya samar.
Aku melihat Gia menendang kedua orang tuaku, dia mengambil pisau yang menancap di dadaku.
Dan.....
Jlebbbb jlebbbbb jlebbbbbb
Dia menusuk kedua orang tuaku, dan dia menarik dan menendang mereka di sebelahku.
Gia tertawa terbahak-bahak. Gia memanggil-manggil mamahnya.
" mah "
Tak terdengar suara apapun dan tiba-tiba muncul sosok menakutkan yang terbang dibelakang Gia.
Gia tersenyum dan berkata
" Play With Me? "
Tuesday, 16 May 2017
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Sombong iso ngrusak kekancan
Tema : Kekancan Alur : Maju Tokoh : 1. Sule as Novita 2. Ibuk e sule...
-
Tema : Kekancan Alur : Maju Tokoh : 1. Sule as Novita 2. Ibuk e sule...
-
Genre : Horror (18+) Pengarang : Ratna Mengandur unsur kekerasan, di harapkan untuk yang belum cukup umur, jangan membaca ya, salam ho...
-
Genre : Horror Pengarang : Ratna Category : Fiksi Chat via BBM Rendra dan Sera Sera : PING!!! (09.00) Rendra : loha ada apaan ser? ...
No comments:
Post a Comment