Genre : Horror
Pengarang : Ratna
Category : Fiksi
Chat via BBM Rendra dan Sera
Sera :
PING!!! (09.00)
Rendra :
loha ada apaan ser? Sorry tadi habis jalan sama Anya. (16.00)
Sera :
Ikut gue yuk (16.05)
Rendra :
kemana? (16.07)
Sera :
gue tadi pas di keliling nemuin tempat yang kayaknya seru. (16.10)
Rendra :
anjir perasaan gue gak enak nih (16.12)
Sera :
kagak, gue tadi kesana sana grita dan dia juga suka banget sama tempatnya. Kalau grita sampe suka jadi aman-aman aja kan (16.16)
Rendra :
iya juga sih, dia kan paling sensi sama hal" yang begituan (17.00)
Sera :
nah kan (17.01)
Rendra :
emang lu mau kesana kapan? (17.03)
Sera :
Rencana gue sama grita sih nanti jam 7 malam. Mau camping sekalian gitu kan mumpung lagi santai jadwalnya lagian skripsi gue juga udah kelar (17.05)
Rendra :
Iya juga sih, kita bertiga aja nih? (17.10)
Sera :
Ssttt tenang bos, gue tadi udah ngajak dendi, dan dia siap aja (17.18)
Rendra :
Terserah lu deh ser (17.20)
Sera :
PING!!! (18.30)
PING!!! (18.32)
PING!!! (18.33)
PING!!! (18.40)
woyy bales woyy (18.45)
Rendra :
eh sorry" gue tadi lagi siap" (18.50)
Sera :
kirain lu mau kabur, yaudah ini gue sama temen" otw ke rumah lu (18.53)
Rendra :
Oke (19.00)
Sera :
PING!!! (19.10)
lu dimana, gue udah di depan rumah lu nih cepetan (19.12)
PING!!! (19.20)
eh kamvret cepetan molor banget sih lu (19.30)
Gue masuk ya (19.32)
PING!!! (19.40)
Gue udah di dalam nih (19.45)
Ndra lu dimana, kok rumah lu sepi banget (19.50)
Panggilan tak terjawab (19.51)
Panggilan tak terjawab (19.52)
PING!!! (19.54)
Eh lo jangan bercanda, ini gak lucu (18.00)
Rendra :
eh sorry tadi lowbat, gue di rumah ni, katanya lu mau otw kok gak sampe" sih (20.00)
Sera :
bercanda lu gak lucu nyet, gue sama yang lain lagi di rumah lu dan gak ada siapa" (20.03)
Rendra :
Haa? Gue di rumah lagi nungguin di temenin sama bonyok (20.04)
Sera :
Ndra serius deh jangan bercanda, gue sekarang lagi di dalem rumah eluu (20.05)
Rendra :
Gue serius ser, lu nih yang bercanda, coba pap (20.07)
Sera : gak kelihatan nyet, disini gelap lagian hp gue sama yg lain g ada flashnya, mana kamera ketinggalan di mobil lagi (20.09)
Ndraa (20.10)
Ehhh nyet jangan sembunyi, tolongin guee masak grista sama dendi ngilang (20.11)
Ndraa (20.15)
PING!!! PING!!! PING!!! (20.16)
Kok gue ngecium bau dupa ya (20.17)
Pliss ndraa jangan bercanda (20.18)
Ndraa, gue mau keluar dari rumah lu tapi kenala gue gak nemuin pintunya sih. Pliss jangan bercanda (20.20)
Ndraaa (20.21)
Bantuin guee (20.22)
Ada suara gesekan yang nyamperin gue nyet (20.23)
PING!!! PING!!! (20.24)
Guee takutttt (20.25)
" HAPPY BIRTHDAY SERAAAA" teriak semua orang
Semua lampu menyala, Rendra, Grita dan Dendi menghampiri Sera dengan membawa sebuah kue yang terdapat lilin berangka 21.
Sera menangis sejadi-jadinya karena sangat takut.
Bonyok Rendra membantu Sera untuk bangun. Grita menghampiri dan menghapus air matanya
" Happy Birthday babyku sayang " ucap Grita sambil mengecup pipi Sera
" Hbd bray make a wish dulu " ucap Dendi
" Happy Birthday sayang be the best ya " ucap bonyok Rendra
" Hbd Ser, sorry kita semua ngerjain lu sampai kayak gini " ucap Rendra
Sera kesal dan memukuli semua teman-temannya. Akhirnya Sera memanjatkan sebuah permintaan
" Semoga kita semua bisa selalu bersama selalu bersahabat dengan cinta sampai maut yang memisahkan persahabatan kita. Semoga Tuhan selalu memberkati"
Sera menutup mata dan meniup lilinnya. Saat Sera membuka mata dia terkejut karena sekelilingnya gelap dan tidak ada siapapun disana.
Sera tersadar jika dia sedang ada di tempat yang akan mereka tuju yaitu sebuah danau yang terlarang.
Sera berputar, berlari kesana kemari mencari jalan keluar, tapi selalu gagal, yang dia dapati hanya beberapa bangkai manusia, beberapa sesajen, dan dann......
Dia akhirnya menemukan seseorang, dia perlahan menghampirinya dan berharap akan membantunya keluar dari tempat tsb
" Maaf, boleh saya minta tolong? "
Dia pun berhenti, dan mencoba memanggil seseorang itu lagi
" Permisi? Boleh saya minta tolong "
Seseorang itu berbalik badan, dan langsung berdiri melihat Sera menghampirinya.
" Oh ya mbak ada yang bisa saya bantu?"
" Gini pak, eh mas saya mau keluar dari sini"
" Monggo mbak, saya kasih tau jalannya "
Lelaki itu segera mengambil senter dan langsung berjalan menunjukan arah kepada Sera
" La mbaknya tadi kesini sama siapa? " tanya lelaki itu
" Sama temen mas, tapi gatau mereka kemana, masnya disini kok sendirian? Gak takut? "
" enggak mbak ngapain takut saya disini kan juga cari nafkah"
" masnya cari ikan? Rumput? Dedaunan disini?"
" enggak mbak, saya disini jagain tempat ini, ini kan punya pribadi mbak bukan punya umum"
" oh gitu "
" iya mbak, tapi banyak kok yang kesini soalnya yang punya orangnya baik "
Sera dan lelaki itu berjalan, seakan berjalan di dalam hutan, banyak pohon" tua nan besar suara-suara hewan dan angin yang kencang.
Mereka tiba-tiba berhenti di depan danau.
" Kok kesini mas? Itu juga kok ada lilin banyak, ada apa ya? "
Lelaki itu hanya diam. Dia berjalan membelakangi Sera. Sera mengejar dan menepuk bahu lelaki itu. Tapi saat lelaki itu menoleh dia melihat wajah Rendra, bukan lelaki yang tadi menemaninya.
Saat Sera ingin berbicara, dari belakang ada yang membekap mulut Sera. Dia diikat dan di bopong, lalu ditidurkan di sebuah papan lalu diikat yang disekelilingi oleh lilin dan dupa.
Rendra, Grista, Dendi dan lelaki tsb duduk di sebelah papan.
Bersila dan berbicara menggunakan bahasa yang aneh, bahasa yang sama sekali tidak dimengerti.
Beberapa menit kemudian mereka mengelilingi papan, lalu Grista memberikan pisau kepada Rendra dan menodongkan ke dahi Sera.
" Mau apa lu ndra, plis lepasin gue " teriak Sera
Rendra hanya tersenyun, lalu Dendi mengambil sebuah kendil yang berisi air mawar lalu menyiramkan ke wajah Sera.
" Bukannya kamu yang ingin persahabatan kita selalu diberkati sampai maut yang memisahkan. Pasti di dalam sebuah persahabatan ada orang yang mau berkorban. " ucap Rendra sambil menancapkan perlahan pisau ke dahi Sera
" Mau apa lu haaa, dasar ******* " Sera meludahi Rendra
Tanpa basa-basi Rendra langsung menarik pisau itu ke atas dan menancapkan pisau itu dengan keras tepat di tengah perbatasan alis Sera.
" Aku mau, kamu mati supaya kami semua bisa hidup lebih lama lagi "
Rendra perlahan berjalan mundur, dan Grista, Dendi mendekat ke Sera lalu mengkuliti badan Sera. Lelaki misterius itu membungkam mulut Sera dengan beberapa batang lilin.
Rendra, Grista dan Dendi adalah penganut aliran sesat, mereka menyembah setan dan percaya bahwa jika mereka bisa membunuh dan makan organ seorang wanita maka mereka akan hidup lebih lama.
Dan lelaki misterius itu adalah Pemimpin dari aliran tersebut. Mereka menyebut aliran mereka dengan sebutan Yireas.
Thursday, 18 May 2017
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Sombong iso ngrusak kekancan
Tema : Kekancan Alur : Maju Tokoh : 1. Sule as Novita 2. Ibuk e sule...
-
Tema : Kekancan Alur : Maju Tokoh : 1. Sule as Novita 2. Ibuk e sule...
-
Genre : Horror (18+) Pengarang : Ratna Mengandur unsur kekerasan, di harapkan untuk yang belum cukup umur, jangan membaca ya, salam ho...
-
Genre : Horror Pengarang : Ratna Category : Fiksi Chat via BBM Rendra dan Sera Sera : PING!!! (09.00) Rendra : loha ada apaan ser? ...
No comments:
Post a Comment